Posted by: liknoer on: April 23, 2009
Menjadi seorang desainer grafis tidaklah sekedar membuat gambar atau pola yang dikombinasikan dengan tulisan, tidak sekedar download gambar lalu dilekatkan tulisan diatasnya, melainkan memerlukan suatu pembelajaran, pemahaman, penguasaan & kemampuan menggunakan tools sebagai alat untuk menciptakan karya tersebut.
Seorang desainer grafis membutuhkan banyak peralatan untuk menciptakan suatu karya, seperti ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, komputer, alat perekam (kamera, scanner) bahkan alat apapun yang dapat menunjang karya tersebut. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.
Pada pertengahan tahun 1980, muncul desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.
Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.
Sekarang ini perusahaan pengembang aplikasi grafis berlomba-lomba menciptakan aplikasi komputer grafis yang dapat membuat atau membentuk & bahkan menciptakaan suatu karya grafis yang sangat luar biasa. Hal ini membuat banyak desainer grafis berani mengeksplorasi ide-ide gila mereka menjadi suatu karya visual yang menawan.
Posted by: liknoer on: January 4, 2008
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya.
Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) yang membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual.
Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
Tanpa prinsip-prinsip & unsur-unsur tersebut diatas maka suatu desain akan tampak kurang menarik, alhasil apa yang sudah dilakukan (desain) tidak efektif untuk dipublih.
Posted by: liknoer on: January 3, 2008
.:: Salam ::.
desain…
kata desain memang sudah akrab terdengar ditelinga kita, tapi apa sebenarnya makna dari desain itu sendiri.
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur dan berbagai pencapaian kreasi kreatif lainnya. Dalam suatu kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kat benda maupun kata kerja.
Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”.
Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik, artistik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya (redesign) ::.
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, dan page layout. Desainer grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.
Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan (mendesain) atau pun produk yang dihasilkan (desain/rancangan). Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik – yang sering kali disebut sebagai “desain interaktif” (interactive design), atau “desain multimedia” (multimedia design’) dan web design.
nah…bagai manakah desain grafis itu bekerja?….
Posted by: liknoer on: December 12, 2007
allow semua……
ayo ikutan nimbrung yach…..ngomongin desain, fotografi, seni murni, musik, kerjaan ato apa aja yang menarik buat diomongin….
salam….